Jumat, 25 November 2016

Miso, Wet, and Pleasure

       Pagi ini aku membuka mata mencoba untuk menyambung sisa perjalanan dihari yang lalu. Tak lupaku menghadap kepada sang Pencipta untuk meminta pertolongan dan meminta penjagaan selama dan sesudah perjalanan ini kulalui. Salah satu kebiasaan orang Jepang menghargai waktu dalam berbagai hal, semisal waktu berkumpul untuk sarapan yaitu pukul 7.30, bagi orang Indonesia sarapan itu penting, tetapi kebanyakan tidak memperhatikan waktu dalam menyambut sarapan tersebut.

Minggu, 20 November 2016

Day at Rainbow Highland

       Pagi itu terasa segar kurasakan, bagaikan terbangun dari istirahat panjang yang melelahkan dihari sebelumnya. Tetapi, semua tersadarkan akan dimana keberadaanku sekarang -- terbangun dalam ranjang susun dan terdapat berbagai tulisan bercirikan Jepang. Teman-temanku dibangunkan oleh kesadaran akan atmosfer keberadaan yang membuat yakin akan langkah untuk menjalani hari. Pagi itu masih pukul 5.43 waktu setempat, teman-teman mulai bersiap untuk melangkahkan kaki beranjak dari tempat peristirahatan dan siap menyapa indah dan sejuknya hari ini.

Senin, 07 November 2016

This is the End

       "Waktu semakin bergulir di tengah dinginnya malam ini, sosok dirinya yang dulu menjadi dambaan kini hanyalah tanda di dalam layar. Gambaran wajah yang dulu kusenangi seakan memudar dari waktu ke waktu, masa yang akan datang pun semakin membuatku tak percaya akan semua yang akan kuperbuat untukmu.

Senin, 31 Oktober 2016

Jiwa yang Melayang

Hari yang sangat melelahkan, lelah yang menjaring jiwa dan raga. Maafkan diriku membuatmu menderita, engkau yang selalu bersamaku, menopangku, menjagaku, dan tumbuh bersamaku. Lelah yang tak terbantahkan membuat rapuh jiwa dan raga ini,

Minggu, 23 Oktober 2016

Underwater World

       Saat hati merasa gundah gulana jangankan engaku ingin mendekat mencoba untuk meresapi rasa lelah yang teramat dalam, jika saat itu semua merasa terkucilkan biarkan terbuka lebar untuk dapat ku raih bersama. Maafkan hati yang sering lelah menghadapi kerasnya dunia. Dunia yang kita hadapi bukanlah dunia yang sebenarnya menjadi jalan untuk menenangkan jiwa yang liar.