Selasa, 11 November 2014

Terpikirkan

    Hari ini aku sedang berpikir, apakah yang akan kupikirkan ini? Telah selesai sudah yang kupikirkan ini, mengetahui jalan yang selanjutknya akan kutempuh. Kembali kuberpikir, bagaimana jalan kehidupanku selanjutnya? Telah selesai kupikirkan tentang hal tersebut. Dengan melakukan hal yang sebaik mungkin dan juga bekerja sekeras mungkin, kemudian kembali kuberpikir, apakah selanjutnya setelah kulakukan dengan sebaik dan sekeras mungkin. Lama kuberpikir hingga tak kutemukan jawabannya.
     Jalan hidupku kini tak dapat terprediksikan lagi, mengapa seperti itu? Selanjutnya kembali kupikirkan tentang hal itu. Semakin lama kuberpikir tentang jalan yang akan kutempuh, semakin lama kupikirkan. Hingga muncul suatu pertanyaan, apa yang telah kulakukan dalam hidupku ini??? Untuk apa semua yang kulakukan selama ini???
     Semua berjalan hingga baru kusadari sekarang, sebelum semua terlambat untuk kusadari, tetapi sulit untuk sadar akan kesadaran yang hinggap di dalam pikiran. Semakin hari akankah tetap kusadari akan hal ini? Apa akan tetap muncul dalam pikiran? Tak ada yang akan menjamin semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan sesuai dengan jalannya pikiran ini. Tapi satu tujuan tetap kupegang hingga hari ini.
     Belum kutemukan jawaban dari semua pertanyaanku di atas, kemudian kembali kucoba untuk berpikir. Akankah yang kupikirkan ini menghasilkan sesuatu yang menjadi solusi dari pikiran yang melayang tanpa arah dan tujuan pikiran terpikir.

Kamis, 16 Oktober 2014

Kata Tak Bermakna

     Sering orang mengatakan hal itu, tetapi mereka tetap saja lalai akan  maksud dari apa yang mereka katakan. Selalu saja kata yang mereka ucapkan itu hilang ditelan egoisnya waktu dan manusiapun menjadi alasan terinfeksinya kekecewaan.

Jumat, 15 Agustus 2014

Jauh Dimata

     Kumerasakan hubungan denganmu menjadi jauh, seakan kita tak akan membahasnya lagi. Bukan maksudku dulu untuk merusak semuanya, tetapi kita telah mejalaninya dengan salah. Dirimu pasti masih baik-baik saja, semua kejadian yang lalu mungkin menjadikan dirimu lebih dewasa dalam menghadi segala masalah yang akan datang.
     Saat melihat semua orang melakukan apa yang kita jalani dengan suka cita, perasaan menggelitik itu membuatku tertawa akan semuanya. Begitu menggelikannya melihat mereka melakukan hal tersebut.
     Hidup terus berlanjut, kutunggu kabar darimu dan segala yang mengikutinya. Aku harap dirimu tidak menyimpan rasa sesal dan kesal terhadap diriku. Kuingin kita menjalani semua seperti keluarga dan teman seperti yang lainnya.

Selasa, 12 Agustus 2014

The Fallen

     Kenapa ku tak bisa menahan apa yang akan muncul pada diriku ini, seakan semuanya telah menguasai badan dan pikiran ini hingga ku tidak dapat mengendalikan semua yang akan ku lakukan. Benar-benar musibah yang harus terselesaikan, jika tidak semuanya akan berakhir dengan kejatuhan diriku.
     Semua berawal dari ketidaktahuan dan semakin tumbuh menjadi ketidakkendalian. Aku butuh seseorang yang dapat menjaga dan mengendalikan semua yang akan muncul dalam diriku sehingga semua dapat ku kendalikan seperti apa yang ingin kucapai selama ini.
     Waktu semakin bergulir, detik demi detik seakan menyiapkan bom waktu hingga datang waktu ku akan jatuh dalam dan lebih dalam lagi. Semua usaha pengalihan seakan tidak menjadi tantangan berarti untuk membendung semua ini. aku butuh sesuatu atau seseorang, tapi semua tidak akan begitu datang tiba-tiba.
     Demi menjaga diriku ini, aku akan mencoba untuk melarikan diri dari keramaian dan menghancurkan masalah yang ada serta semua tantangan. Keadaan diriku saat ini sedang sekarat akan masa depan.

Jumat, 25 Juli 2014

Teralihkan

     Masa-masa yang kelam seakan mengingatkan akan kejahatan yang pernah ku perbuat dulu. Seakan diriku ini mengulangi semua apa yang telah kulakukan. Takkan ada penyesalan yang menghinggapi diri ini dan semua seakan terjadi karena kemauan dan tak terelakkan.
     Sayang,, saat ini aku seakan ingin berpaling darimu karena dalam pikiranku ini terdapat orang lain yang ingin ku ungkapkan semua rasa terhadapnya. Dirimu kini seakan seorang yang tak menjadi terspesial lagi buatku. Kini yang hanya ada dikepala ini adalah semua kenangan akan diriku yang sewaktu belum bertemu dengan dirimu,, maaf.
     Telah terpikirkan secara dalam dan seakan ku mempertanyakan status yang kita sandang berdua tak mempunyai arti yang mutlak dan tak dapat dipertanggung jawabkan. Sebaiknya kita akhiri saja semua hubungan yang tak bermaksud ini dan semua perasaan kita simpanlah untuk masa depan yang masih jauh dalam genggaman.
     Sekali lagi aku minta maaf karena telah memberimu harapan palsu lagi danmemberikan celah untuk memasuki hati ini yang telah kupendam untuk sementara. Waktu akan terus bergulir dan tidak ada kata untuk memutar balikkan dentangan waktu.
     Saat ini semua perasaanku hanya tertuju kepada sorang wanita yang lalu lalang dikepala ini, dan semua perasaanku akan kuungkapkan kepada dan terserah akan dirinya bagaimana ingin menanggapinya.